tata cara dan niat mandi wajib setelah datang bulan

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap Dengan Niat & Artinya

Posted on

Setiap bulan, para perempuan akan mengalami siklus haid atau menstruasi, yakni proses peluruhan dinding rahim secara alamiah karena tidak terjadinya proses pembuahan. Dalam ajaran agama Islam, perempuan yang tengah mengalami menstruasi dianggap sedang mempunyai hadas besar sehingga perlu mandi wajib agar bisa kembali suci. Berikut simak tata cara mandi wajib setelah haid.

Informasi Seputar Mandi Wajib

1. Perintah untuk Mandi Wajib

Dalam kondisi memiliki hadas besar atau dalam hal ini konteksnya yaitu haid, maka seorang muslimah dilarang untuk melaksanakan sholat, melafalkan Al Qur’an, menyentuh mushaf, berdiam diri di masjid, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, mandi wajib untuk mensucikan diri dari hadas besar sangat berkaitan dengan ibadah ibadah yang dilakukan umat muslim, baik fardhu maupun sunnah.

Perintah untuk mandi wajib ini sudah tertera di dalam Al Qur’an, dan berlandaskan pada surah An Nisa ayat 43 dan surah Al Maidah ayat 6. Pada kedua ayat ini dijelaskan bahwa seorang yang sedang dalam keadaan memiliki hadas besar harus mandi wajib. Jika tidak ada air, maka bisa bertayamum untuk membersihkan diri dan menyempurnakan nikmat-Nya.

2. Membaca Niat Mandi Wajib

Niat mandi wajib setelah haid perlu diketahui oleh setiap muslimah. Karena seperti ibadah pada umumnya, ketika hendak mandi wajib maka anda pun diharuskan untuk membaca niat terlebih dahulu yang menjadi salah satu rukun mandi wajib. Dalam hal ini, anda dapat melafalkan niat baik secara lisan maupun di dalam hati. Adapun niat mandi wajib wajib adalah sebagai berikut.

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Artinya : “Saya berniat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

 Niat ini bisa dihafalkan dan dilafalkan saat hendak mandi wajib. Bagi anda yang belum hafal, maka diperbolehkan untuk membacanya. Dalam madzhab Syafi’i, niat dilafalkan ketika air pertama kali disiramkan ke tubuh. Yang mana rukun kedua setelah niat yaitu mengguyurkan air ke seluruh bagian tubuh, termasuk rambut serta bulu bulunya sehingga tubuh tidak lagi mengandung najis.

3. Tata Cara Mandi Wajib

Tidak hanya membaca niat mandi wajib setelah haid saja atau melakukan rukun mandi wajib saja yang perlu diperhatikan. Karena mandi wajib ini juga memiliki tata cara yang harus diterapkan. Imam al-Ghazali bahkan telah menjelaskan adab mandi wajib dengan cukup rinci, mulai dari awal masuk ke dalam kamar mandi sampai ke luar dari dalam kamar mandi.

Saat masuk ke kamar mandi, pertama yang harus dilakukan adalah mengambil air dan membasuh tangan sebanyak tiga kali terlebih dahulu. Kemudian bersihkan segala kotoran yang menempel di badan, lalu yang ketiga berwudhu sebagaimana anda hendak sholat dan diakhiri dengan menyiram air ke kedua kaki.

Selanjutnya yang keempat adalah mulai mandi wajib dengan cara mengguyurkan air dari kepala sebanyak tiga kali. Pada saat inilah niat untuk menghilangkan hadast besar dari tubuh dibacakan. Berikutnya, guyurkan air ke tiga kali ke bagian tubuh sebelah kanan dan diikuti dengan tiga kali ke bagian kiri. Selama proses ini, jangan lupa untuk menggosok seluruh bagian tubuh.

Itulah tata cara mandi wajib setelah haid yang perlu dilakukan oleh setiap muslimah untuk mensucikan diri. Pastikan darah menstruasi sudah tidak keluar lagi sebelum anda melakukan mandi wajib. Dan selama proses mandi wajib, pastikan bahwa semua bagian tubuh secara keseluruhan termasuk yang tersembunyi tidak luput untuk dibersihkan dengan air yang mengalir.

Apa doa mandi wajib setelah haid?

Bacaan niat sebelum mandi wajib “Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Minal Haidil Lillahi Ta’ala” Artinya : “Saya berniat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

Bagaimana tata cara mandi wajib?

  1. Ambil air dan membasuh tangan sebanyak tiga kali terlebih dahulu.
  2. Bersihkan segala kotoran yang menempel di badan
  3. Berwudhu sebagaimana anda hendak sholat dan diakhiri dengan menyiram air ke kedua kaki.
  4. Mulai mandi wajib dengan cara mengguyurkan air dari kepala sebanyak tiga kali.
  5. Pada saat inilah niat untuk menghilangkan hadast besar dari tubuh dibacakan.
  6. Berikutnya, guyurkan air ke tiga kali ke bagian tubuh sebelah kanan dan diikuti dengan tiga kali ke bagian kiri. Selama proses ini, jangan lupa untuk menggosok seluruh bagian tubuh.

Habis haid mandi apa?

Mandi Wajib. Niatnya “Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Niat mandi wajib dibaca saat apa?

Dalam madzhab Syafi’i, niat dilafalkan ketika air pertama kali disiramkan ke tubuh. Yang mana rukun kedua setelah niat yaitu mengguyurkan air ke seluruh bagian tubuh, termasuk rambut serta bulu bulunya sehingga tubuh tidak lagi mengandung najis.