cara kaktus dan tumbuhan lain menyesuaikan diri

Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan

Posted on

Semua makhluk hidup melakukan adaptasi atau penyesuaian diri terhadap lingkungan tempat tinggal mereka sebagai upaya untuk bertahan hidup. Upaya penyesuaian diri ini dilakukan oleh semua makhluk hidup di bumi, tak terkecuali tumbuhan. Seperti apa cara tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungan ? Berikut tiga cara adaptasi tumbuhan.

Cara Adaptasi Tumbuhan

1. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah perilaku tumbuhan tertentu yang dilakukan dengan tujuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Namun berbeda dengan adaptasi tingkah laku pada hewan yang dapat diamati dengan jelas melalui gerakan aktif. Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan melibatkan gerak pasif, sehingga prosesnya tidak begitu jelas.

Penyesuaian tingkah laku ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, ada yang beradaptasi terhadap cahaya, sentuhan, suhu, serta air dan gravitasi. Adapun adaptasi terhadap cahaya bisa dilihat pada tumbuhan di tempat tertutup, karena mereka cenderung akan membelokkan tubuhnya ke arah sinar matahari.

Selain itu, adaptasi terhadap cahaya juga bisa dilihat pada bunga pukul empat yang mana mereka akan mekar pada sore hari dan layu pada pagi harinya. Sementara adaptasi terhadap sentuhan bisa dilihat pada tanaman putri malu, yang akan mengatupkan daunnya saat mendapat rangsangan eksternal.

Cara tumbuhan melindungi diri ini membuat hewan herbivora sulit membedakan antara daun dan ranting ketika daunnya mengatup, sehingga tumbuhan putri malu pun tidak jadi dimangsa. Selanjutnya adaptasi terhadap suhu bisa dilihat pada tumbuhan jagung yang akan menggulung ketika cuaca panas guna mengurangi penguapan.

Sedangkan adaptasi terhadap air dan gravitasi bisa dilihat dari kecenderungan akar tanaman yang lazimnya menuju pusat bumi karena pengaruh gravitasi. Akar tersebut biasanya juga akan melakukan adaptasi terhadap ketersediaan air. Yang mana akar akan mendekati sumber air untuk mencukupi nutrisi pertumbuhan.

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan salah satu cara penyesuaian yang dilakukan tumbuhan terhadap lingkungannya, dengan melalui fungsi kerja organ organ tubuh yang dimiliki. Umumnya, adaptasi satu ini berhubungan dengan beberapa faktor eksternal seperti penyesuaian terhadap kadar oksigen, kadar air, intensitas cahaya, terhadap kadar garam dan lain sebagainya.

Contoh adaptasi fisiologi bisa dilihat pada tumbuhan berbunga, tumbuhan bakau, hingga padi. Untuk tumbuhan berbunga, adaptasi dilakukan dengan menghasilkan mahkota bunga yang indah atau aroma khas yang dapat menarik serangga, sehingga dapat membantu proses penyerbukan.

Sementara untuk tumbuhan bakau yang hidup di daerah pasang surut, mereka menggunakan akar gantungnya untuk pernapasan ketika air sedang pasang. Lalu padi melakukan adaptasi fisiologi dengan batangnya yang berongga. Batang berongga tersebut memungkinkan tanaman padi untuk bertahan hidup di lingkungan berair.

3. Adaptasi Morfologi

Cara tumbuhan melindungi diri juga dilakukan dengan adaptasi morfologi. Adaptasi satu ini hampir mirip dengan adaptasi fisiologi, sehingga terkadang cukup sulit dibedakan. Perbedaannya dengan adaptasi fisiologi yaitu morfologi adalah penyesuaian bentuk atau struktur tubuh, sementara fisiologi adalah penyesuaian fungsi kerja organ tubuh. 

Jadi untuk adaptasi morfologi, tumbuhan melakukan penyesuaian diri dengan perubahan bentuk alat tubuh seperti bentuk akar, batang, hingga daun. Contohnya bisa dilihat pada tumbuhan berduri seperti kaktus dan mawar. Duri pada kaktus berfungsi untuk mengurangi penguapan yang terjadi, sementara duri pada mawar berguna untuk melindungi dirinya dari makhluk hidup lain. 

Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa cara tumbuhan menyesuaikan diri umumnya ada tiga yaitu adaptasi tingkah laku, adaptasi fisiologis, dan adaptasi morfologi. Bahkan masing masing tanaman memiliki proses yang berbeda dalam melakukan berbagai adaptasi tersebut. Namun tujuannya kurang lebih sama yakni sebagai upaya untuk bertahan hidup di habitatnya.